Sekolah mana saja yang telah menerima bantuan?
Daerah Istimewa Yogyakarta, yang merupakan pusat kegiatan S.K.I dan YPAH sebagai
organisasi kembar, memiliki ratusan Sekolah Dasar ( SD ).
Selama 3 tahun terakhir kami telah mengunjungi
162 sekolah tersebut.
Wawancara secara menyeluruh dengan pengelola sekolah dan guru, membuat kami mengetahui kebutuhan
akan bantuan terhadap sekolah tersebut. Kami juga menengok fasilitas MCK dan penyediaan
air di sekolah-sekolah tersebut. Ada 142 sekolah yang perlu segera mendapat bantuan.
Pada bulan Januari 2004 kami memulai kegiatan sosial dengan 3 sekolahan; bulan-bulan
berikutnya kami menambah 5 sekolah lagi.
Pada tahun 2006, jumlah sekolah yang bisa kami bantu meningkat menjadi 92
dengan jumlah 10.928 anak.
Lokasi sekolah di beberapa desa di daerah Gunung Kidul, Sleman, Kulon Progo, Bantul,
dan Magelang.
Jaraknya kira-kira sejauh 60 kilometer dari kota Yogyakarta.
( Untuk mengetahui lokasinya, bisa lihat peta Yogyakarta ).
Kebanyakan daerahnya gersang, sebagian naik turun bukit. Kemiskinan merupakan alasan
mengapa rata-rata 35% dari para orang tua murid tidak mampu membayar biaya sekolah.
Sekolah-sekolah tersebut tidak dialiri air sebagaimana mestinya, sehingga para guru harus
dapat menampung air hujan selama musim hujan dan menyimpannya dalam bak penampungan atau
menimba air dari sumur. Hampir seluruhnya dari 72 sekolah berjalan tanpa fasilitas
semacam ini. Air yang disalurkan dari tanki oleh penjual bisa dibeli tetapi sekolah
kekurangan dana atau tak memiliki bak penampungan air.
Sebagai akibatnya, para murid terpaksa buang air di semak-semak yang jauh dari standar
kebersihan pada umunya. Bagi para murid putri khususnya, mereka malu-malu melakukannya
dan salah satu alasan utamanya tinggal di rumah lebih gampang ( alasan yang lain
kenyataannya perempuan merupakan pelayan dalam keluarga miskin ).
Oleh karena itu, sebagian besar dari bantuan yang diberikan ke sekolah adalah
penyediaan MCK yang lazim dan fasilitas penyediaan air, guna menciptakan lingkungan
yang layak dan bersih bagi sekelompok besar anak-anak sekolah.

Bagaimana kami membantu anak-anak sekolah?
Seragam sekolah dan bea siswa
Secara prinsip memakai seragam sekolah adalah wajib guna menghapus perbedaan antara
si miskin dan si kaya. Namun demikian, bila tak ada seragam murid diperbolehkan sekolah
tanpa seragam. Sama halnya, bila orang tua murid tidak mampu membayar uang sekolah,
murid masih diperbolehkan sekolah.
Masih saja situasi seperti ini sulit bagi orang tua, khususnya
bagi murid itu sendiri yang
akan merasa tidak setara dengan temannya karena tidak pakai seragam
atau pakai seragam kumal.
Dengan demikian, mereka sering merasa lebih nyaman tinggal di rumah
saja, yang mana bahkan bisa membantu orang tuanya.
Pada tahun 2004, 2005 dan 2006 sejumlah
3.080 murid SD telah
menerima bantuan seragam dari Yayasan kami dan beasiswa telah kami
bayarkan untuk
2.508 murid SD.
Pengeluran untuk beasiswa
Kami memberikan beasiswa atas nama orang tua / wali murid, sekolah
diminta menunjukkan alat pengajaran yang diinginkan atau bantuan tehnis
atau perbaikan bangunanyang diperlukan yang sesuai dengan nilai bantuan
beasiswa.
Orang tua / wali yang bisa diundang ke sekolah untuk menandatangani
penyerahan bantuan ini, jadi secara formal meringankan bebannya.
Yayasan kami lalu membeli bahan bangunan secara langsung yang
diperlukan untuk mengontrol pengeluaran dana.
Bagaimana kami membantu sekolah-sekolah ?
Building and renovation of toilets
Dari 82 Sekolah Dasar, telah kami bangun 190 WC yang dilengkapi dengan septi tank.
Kebanyakan WC dibangun dengan closet jongkok yang keseluruhannya seharga Euro 800.
Sebagai tambahan ada 9 sekolah yang kami renovasikan WC nya, dengan dilengkapi
septi tank juga, yang belum ada sebelumnya.
Foto-foto berikut ini menunjukkan beberapa contoh bangunan WC sebelumnya yang
lama , dan yang baru sesudah mendapat bantuan dari SKI / YPAH.
Pembuatan atau pendalaman sumur
Ada 5 Sekolah Dasar yang kami buatkan sumur baru yang mencapai kedalaman 28 meter.
17 sekolah yang lain kami dalamkan sumurnya yang dulunya kering selama beberapa
bulan di musim kemarau, sekarang ada air sepanjang tahun, sehingga air
( yang begitu mahal ) tidak lagi perlu dibeli.
Membangun Penampungan Air Hujan
14 sekolah telah dibuatkan bak penampungan air hujan yang mampu menampung air dari atap
genting melalui talang selama musim hujan ( antara 5-7 bulan ) dan airnya dimanfaatkan
selama musim kemarau.
Perlengkapan belajar-mengajar
Selain bantuan 'tehnis' yang berhubungan dengan
fasilitas kebersihan, sekolah-sekolah juga mendapat
bantuanperlengkapan belajar-mengajar, buku pelajaran
bagi para murid dan buku pegangan guru, peta, bullpen,
pensil, buku tulis, alat peraga, mesin ketik, globe dan
beberapa alat olah raga.
Renovasi atap asbes
Sekolah Dasar di Tegalrejo-salah satu gedung yang paling parah keadaannya di
daerah-daerah tersebut, sebelumnya beratap asbes yang hampir runtuh. Karena
besi penyangganya sudah rapuh, berkarat. Para murid dipulangkan bila berhembus
angina kencang atau hujan deras.
Kami telah mengganti atap tersebut berkat bantuan dari Plan Nederland; merekalah
yang membiayai seluruh renovasi, untuk itu kami amat sangat berterima kasih.
Selain itu, kami juga membantu sekolah ini dengan buku pelajaran dan membangun WC baru.